Ikat Pinggang Yang Menjadi Rapuh

IKAT PINGGANG YANG MENJADI RAPUH

Yeremia 13 : 1-11

 

Victor Imanuel

Pdm. Victor Imanuel Pracoyo

 

Nabi Yeremia adalah nabi yang luar biasa dia di pakai Tuhan dengan Luar biasa satu ketika Tuhan berfirman kepada Yeremia Beginilah firman TUHAN kepadaku: “Pergilah membeli ikat pinggang lenan, ikatkanlah itu pada pinggangmu, tetapi jangan kau celupkan ke dalam air!” pembahasan Firman Tuhan kali ini mengenai benda yang sepele atau tidak terlalu di perhatikan manusia, tetapi hal ini dilihat Allah merupakan hal yang penting, karena tertulis sebanyak 65x dalam Alkitab ada 50x di tulis di Perjanjian Lama dan ada 15x di tulis dalam Perjanjian Baru. Ikat pinggang merupakan kelengkapan pakaian baik pria atau wanita tetapi pada awalnya ikat pinggang ini hanya di khususkan bagi pria secara khusus Allah merancang pakaian untuk para Imam, tetapi pada zaman sekarang ini ikat pinggang semua orang bisa memakai ikat pinggang baik untuk fasion atau perlengkapan pakaian maupun untuk keperluan pekerjaan. Kita akan melihat seberapa istimewanya ikat pinggang itu di pemandaan Allah dan kacamata manusia ?

  1. Ikat pinggang melambangkan kekuatan

Yeremia 13:2 “Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang difirmankan TUHAN, lalu mengikatkannya pada pinggangku.” Seorang Atletik angkat berat pasti dia sebelum melakukan kegiatan angkat besi dia pasti akan mengikat pinggangnya, karena pinggang ini merupakan tumpuan kekuatan manusia, memang bisa kita mengangkat barang berat tanpa menggunakan ikat pinggang tetapi dampaknya tubuh akan sakit dan sangat berbahaya karena saraf-saraf yg di bagian pinggang bisa terganggu. Pinggang melindungi bagian terpeting tubuh manusia yaitu ginjal bila ginjal manusia terganggu maka kekuatan menurun dan sistem dalam tubuh akan terganggu semua. Maka Allah memberi gambaran bahwa ikat pinggang sangatlah penting, kekuatan dari Allah yang memampukan orang percaya.

  1. Ikat Pinggang Melambangkan Keindahan

Keluaran 28 : 8” Sabuk pengikat yang ada pada baju efod itu haruslah sama buatannya dan seiras dengan baju efod itu, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya.” Ikat pinggang harus indah harus sesuai dengan pakaian yang di kenakan, harus serasi, supaya kelihatan indah, bukan hanya indah tetapi itu juga melambangkan tempat kudus dan tempat maha kudus juga menggunakan bahan-bahan ini. Kehidupan orang percaya harus melambangkan :

> Emas yaitu, artinya kemulian, atau Emas identik dengan Tuhan contoh kemah suci Musa penuh dengan Emas yaitu lambang kesucian.

> Kain ungu Tua atau Biru artinya dalam bahasa Indonesia kalem tidak meledak-ledak tapi dalam Alkitab Warna Biru atau ungu tua muncul dalam kemah Suci yang artinya indetik sama dengan kemulian Tuhan.

> Kain ungu Muda yaitu melambangkan kebangsawanan dan kehormatan,dan kain ungu melambangkan Keagungan.

> Kain kirmizi melambangkan darah Yesus atau penyucian,

> Kain lenan halus adalah barang mewah yang di cari banyak orang kaya waktu itu, kain lenan halus melambangkan Kejayaan.

  1. Ikat Pinggang Tanda kedekatan dengan Allah

Yeremia 13 : 11 “ Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar.” waktu umat TUHAN tidak mau melekat kepada Allah dia akan mengalami kehancuran, itulah gambaran atas Yehuda dan Yerusalem yang tidak mau dengar-dengaran akan perintah Allah, tetapi tetap dalam keangkuahan sehingga Tuhan menghancurkan bangsa itu.

Kesimpulan :

Kalau saat ini kita mengadalkan kemampuan kita karena masih muda, masih kuat, masih ganteng , masih cantik, masih pintar dll, ingat ikat pingga yang rapuh dia tidak ada gunanya lagi dan tidak bermanfaat karena kekuatan hilang, keindahan lenyap, yang tertinggal hanya bekasnya saja. Mumpung kita masih kuat beri yang terbaik untuk Tuhan, beri yang indah untuk Tuhan bukan yang lemah bukan yang rapuh.

Tuhan Yesus Memberkati, Amin

Post a comment

Book your tickets