Bagaimana Mewujudkan Realita Kerajaan Allah Dalam Hidup kita ? ….

Pdt.-Ir.-Pieter-Tauran-M.Th_-e1534205678637-141x150

Ayat Pokok : 2 Sam. 20:1-6 
Oleh : Pdt. Ir. Pieter Tauran M.Th

Pembacaan Ini berkisah tentang peristiwa dimana Absalom melakukan kudeta kepada ayahnya. Setelah Absalom Mati maka pulanglah Daud kembali ke kerajaannya. Namun terjadi perebutan antara org Yehuda dan orang Israel.
Lalu muncullah seorang dursila yang bernama Seba bin bikri.
Lewat firman ini kita mau belajar bagaimana kita menghadirkan realita kerajaan Allah dalam kehidupan kita. Daud adalah seorang yang menghadirkan Realita tersebut dalam hidupnya. Kalau melihat silsilah keluarga Daud maka kita akan dapati bahwa Seluruh keluarga Daud Bekerja didalam kerajaan,contohnya : Amasa yang diminta oleh Raja Daud untuk mengerahkan Orang Yehuda (2 Sam. 20:4 ).
Amasa adalah keponakan Daud,dari saudaranya perempuan yg bernama Seruya. Amasa berarti pembawa beban. Jadi mereka dapat disebut Royal family. Kitapun adalah Royal Family. Kita adalah keluarga kerajaan Allah. Namun ada banyak hal yang dapat mempengaruhi hidup kita sebagai anak Kerjaan sehingga kita tidak mengalami Realita Sorga.

✓ Seperti ….
( kita sebut BAGASI ya ☺️)
Bagasi yang harus dilepaskan dan dibuang supaya perjalanan destiny kita tidak terganggu :

  1. PROBLEM JIWA/ EMOSI*
    problem Jiwa atau emosi yang belum direstorasi berupa konflik batin (sakit hati, memori-memori kegagalan masa lalu, jiwa yang terus menyesali dan merana akibat kehilangan-kehilangan, iri hati, dendam dan berbagai problem emosi atau internal konflik lainnya.
    Contoh :
    TERAH (ayah Abram) tidak bisa melanjutkan perjalanan dan tidak bisa menyelesaikan destiny-nya karena terus merana dan meratapi kematian Haran anaknya.
  2. MENUNDA-NUNDA (2. Sam 20:5) 
    Ketika Tuhan mempercayakan sesuatu jangan ditunda. Karena konflik batin yg belum beres maka terjadi penundaan.
    2 Samuel 20:5 Lalu pergilah Amasa mengerahkan orang Yehuda, tetapi ia menunda-nunda tugas itu sampai melewati waktu yang ditetapkan raja baginya
    (Menunda-nunda/berlama-lama = TARRYING (berasal dari kata TARRY).
    Jika kita suka menunda-nunda, maka penggenapan firman juga tertunda. Perjalanan destiny kita menjadi terganggu.
  3. KETIDAK PASTIAN.
    Ketidakpastian dalam mengambil keputusan, ketidak pastian dalam bertindak, ketidak pastian untuk percaya merupakan beban atau bagasi yang menghambat kita mencapai destiny.
    Amasa bingung dan mengalami kebimbangan dan ketidak-pastian akibat dari Amasa menunda-nunda untuk melaksanakan tugas atau kepercayaan yang diembankan baginya.
    Abram pernah membangun mezbah di posisi yang persisnya tidak akurat, yaitu ada di antara BETEL dan AI Posisi yang tidak pasti ini akan menyulitkan generasi selanjutnya. Tetapi bersyukur, oleh kemurahan Tuhan, Yakub dalam kondisi yang sangat terjepit bisa menemukan posisi RUMAH ALLAH yang akurat.
    Perjalanan destiny kita akan terganggu jika ‘dimana Rumah Allah’ bagi kita tidak jelas, siapa bapak rohani kita tidak jelas, sumber kita tidak jelas, doktrin yang kita hidupi masih campur baur dan tidak jelas, track destiny juga masih samar-samar dan serba tidak jelas…
    Ketidakpastian ini akan membuat langkah-langkah kita serba ragu-ragu dan selalu ngambang. Kita hanya bisa meluncur kencang dalam destiny, jika kita sudah menemukan KEPASTIAN dan SUDAH FIX.
  4. KETIDAK PERCAYAAN.
    Ketidak percayaam merupakan beban atau bagiasi yang menghambat perjalanan kita untuk mencapai destiny. Ketidak percayaan atau tidak memiliki iman terjadi kerena kurang mendengar Firman, semakin banyak mendengar firman maka hidup kita semakin limpah dengan firman.

Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Seseorang akan menemukan destiny jika ia memcapai tingkat kedewasaan tertentu, untuk mencapai kedewasaan rohani dibutuhkan iman atau kepercayaan yang penuh. Orang Israel yang keluar dari mesir memang terus berjalan, tetapi perjalanannya berputar-putar di padang gurun dan tidak pernah bisa sampai ke tanah Kanaan, karena ketidakpercayaan mereka.

  1. KETIDAK SABARAN.
    Ketidak-sabaran adalah beban atau bagasi yang sering kita bawa dan merupakan penghalang dalam perjalan destiny kita. Bukti ketidaksabaran adalah sering atau suka mengeluh, protes dan bersungut-sungut.
    Untuk mengatasi beban atau bagasi ini seseorang harus belajar menyelaraskan agenda pribadinya dengan agenda Tuhan, belajar untuk selalu mengikuti kehendak dan maunya Tuhan bukan memaksakan kehendak dan keinginan kita. Tuhan tidak pernah salah, Tuhan tidak pernah menunda-nunda waktu, Tuhan tidak pernah terlambat untuk menolong kita. Belajar sabar untuk menunggu firman digenapi.
    Sibuklah memasukkan firman (benih) ke dalam rohmu (tanah hatimu yang baik), ijinkan transformasi terus terjadi dan sibuklah dengan proses (pendewasaan).
    Jika yang di dalam berubah, otomatis yang di luar juga akan terjadi perubahan.
    Firman selalu pasti. Supaya kita mengalami Realita Sorga,,,maka kita harus : …

Lalu bagaimana mewujudkan Realita Kerajaan Allah dalam hidup kita dan perjalanan destiny kita tidak terganggu …
Kita harus ” TERKONEKSI” .

# Terkoneksi #
Kita Harus punya hubungan yang kuat dengan firman Allah. Tuhan tdk pernah berbicara di jalan tetapi IA berbicara didalam RumahNya. RumahNya berbicara tentang Gereja, tetaplah didalam Rumah Tuhan utk mendengar firman Allah. Milikilah koneksi yg akurat dengan Allah. Firman Tuhan yang diberitakan dari Gembala atau Pelayan lainnya dengarkan dan lakukan, membangun koneksi yg akurat dengan Allah. Mengapa harus Akurat … Karena dengan demikian kita tidak disebut jemaat pencarian,, apa itu Jemaat Pencarian….. Jemaat yang selalu mencari jati diri,selalu ada rasa tidak puas (tidak puas pujiannya,tidak puas pada Firman yg disampaikan,tidak puas dengan pelayanannya) akhirnya cari lagi tempat yang lain. Kita harus ada dalam sistem kerajaan Allah, tinggal dalam rumah Allah, Terkoneksi dengan Gembala (orangnya Allah),, dengar firman Allah,maka hubungan yang akurat dengan Allah itu terjadi.  (by Elice)

Post a comment

Book your tickets