Mengakhiri Perjuangan Dengan Kemenangan

MENGAKHIRI PERJUANGAN DENGAN KEMENANGAN

II TAWARIKH 20 :1-30

 

Victor Imanuel

Pdm. Victor Imanuel Pracoyo

Yosafat adalah seorang pemberani dan namanya tertulis di kitab raja-raja sebagai seorang pahlawan dalam sejarah raja-raja Yehuda. Seorang yang ingin menperoleh gelar Pahlawan tidak mudah memerlukan perjuangan yang hebat dan bukan hanya berani tetapi harus melakuan perjuangan dengan tulus iklas. Di negara kita Indonesia untuk mendapatkan gelar pahlawan dari pemerintah bukan hanya karena pernah berjasa dan ikut berperang dalam perang kemerdekaan tetapi harus memenuhi kriteria yang sudah di tentukan oleh Pemerintah.
Seorang pejuang tangguh bukannya dia tidak pernah kalah tetapi dia tidak menyerah, walaupun mengalami tantangan yang besar dan hampir jatuh dia akan berdiri dan menghadapinya sampai kemenangan itu menjadi miliknya, hal yang pernah di alami oleh Yosafat ?

  1. Yosafat pernah takut
    2 Tawarikh 20 1-3 : Ayat 1. Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Ayat 2. Datanglah orang memberitahukan Yosafat: “Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar,” yakni En-Gedi. Ayat 3. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN.Berhadapan dengan krisis terbesar di dalam hidup kita kadang kita binggung harus kemana dan terkadang kepanikan yang akan muncul dan kepanikan bukan akan menolong kita untuk mendapatkan solusi tetapi kadang membuat kita tambah terpuruk dengan keadaanan, perasaan takut memang sering kali menghantui pikiran manusia supaya keberadaan manusia tetap mengakui bahwa Kuasa Tuhan itu lebih besar dan tidak mengandalkan keberadaan manusia.
  2. Mengambil keputusan untuk mencari Tuhan
    Ayat 3 : Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Apa yang harus di lakukan oleh manusia waktu mengalami ketakutan ini yang paling tepat keputusaan yang di oleh Yosafat , ia mengajak rakyatnya berpuasa karena dalam doa dan puasa ada kekuatan yang luar biasa.
  3. Yosafat meyakinkan dirinya bahwa Allah sanggup
    Ayat 6 : dan berkata: “Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga ? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau.

> Allah berkuasa atas segala orang dan situasi (6-7)

> Allah setia kepada umatNya (7-9)

> Janji-janji Allah merupakan landasan yang kokok ( 15 )

Kesimpulan :
Kekuatan yang minim waktu di satukan dengan kekuatan dari Allah akan menjadi kekuatan yang dasyat. Yakinkan diri kita tahun baru ini 2016 menjadi tahun dimana Tuhan akan lebih menyatakan kuasa atas kehidupan saya dan saudara Tuhan akan berperang ganti kita dan kemenangaan yang gilang gemilang menjadi bagian kiota di tahun ini. Amin.

 

TUHAN YESUS MEMBERKATI…

 

Post a comment

Book your tickets