Rahasia Keberhasilan Dalam Menggiring Tuhan

RAHASIA KEBERHASILAN DALAM MENGGIRING TUHAN

 Kejadian 12:1-8

Wahidin Manurung Crop

Pdm. Wahidin Manurung, M.MT

 

Sebagaimana Firman Tuhan diatas yang menggambarkan kehidupan Abram sewaktu di panggil Tuhan sungguh dalam kondisi diberkati hidupnya berkelimpahan, tetapi Abram memiliki komitmen dalam dirinya untuk mau mengikuti panggilan tersebut dengan setia dan taat, walaupun Tuhan memerintah dia keluar meninggalkan kampung halamannya, sanak saudaranya dan rumah bapaknya ke negeri yang Abram tidak tahu sama sekali, namun Abram tetap setia. Sungguh suatu hal yang perlu kita pedomani dalam kehidupan kita untuk kita dapat kuat dan melihat janji-janji Tuhan tergenapi. Apa rahasia keberhasilan dalam pengiringan Tuhan ? ada 4 hal yang perlu kita renungkan dan lakukan dalam kehidupan hari lepas hari, yakni sbb;

 

  1. Harus Taat dan Setia kepada Tuhan (Kejadian 12:4)

Sebagaimana Abram mendengar Firman Tuhan, supaya dia pergi ke suatu negeri yang dia tidak tahu sama sekali, tetapi Abram tidak banyak komentar dan asalan untuk menolaknya, tetapi dia setia dan taat melakukannya. Firman ini mendorong kita supaya tahu bahwa apapun persoalan yang kita hadapi dan gumuli saat ini dan sepertinya tidak terselesaikan lagi dan tidak ada lagi jalan keluarnya karena sudah buntu, tetapi Firman ini mengingatkan kita supaya tetap setia dan taat mengiring Dia, Karena Tuhan telah memberikan jaminan kepada kita bahwa ada sesuatu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan yang di berikan kepada kita dan bahkan diberikan hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11).

 

  1. Membangun Hubungan Intim Dengan Tuhan (Kejadian 12:7)

Setelah Abram menuruti Firman Tuhan, dia berjalan terus dan tiba di suatu tempat dekat sikhem, dan di tempat itu Tuhan menampak diri dan ber Firman:” Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu”. Apakah dengan tergenapinya janji Tuhan kepada Abram dia langsung berpesta pora dengan sukacita? ternyata tidak, tetapi Abram membangun Mezbah bagi Tuhan. Artinya dia tetap semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Firman ini mengingatkan kita, apabila pergumulan sudah terjawab ataupun belum, jangan sampai membuat kita lengah atau porsi hubungan kita dengan Tuhan menjadi stagnan atau tidak bertumbuh, tetapi porsinya harus semakin meningkat.

 

  1. Bersekutu Kepada Tuhan (Kejadian 12:8)

Setelah Abram menuriti Firman Tuhan, dia berpindah tempat dan pergi lagi berjalan ke pegunungan di sebelah timur Betel, apa yang di lakukan Abram setelah tiba? ternyata dia tetap membangn Mezbah yang intim bagi Tuhan dan bahkan dia berseru kepada Tuhan. Artinya dimana pun posisi kita berada dan situasi dan kondisi bagaimanapun gelombang permasalahan yang kita hadapi, Firman ini mengingatkan supaya semakin meningkatkan doa bagi Tuhan bahkan berseru memanggil nama-Nya. Sebagaimana Firman Tuhan Yeremia 29:12

 

  1. Perbaharui Sifat, Tabiat, Karakter yang Tidak Baik (Roma 12:1-2)

Dalam butir 2 dan 3 diatas, Abram membangun Mezbah bagi Tuhan dan berseru memanggil namaNya. Mezbah adalah tempat melakukan korban persembahan bagi Tuhan, baik itu dalam hasil tanaman maupun ternak (Kejadian 4:3-4), dengan syarat, yang akan dikorbarkan tidak bercacat artinya harus yang baik. Dalam perjanjian baru apa yang kita persembahkan kepada Tuhan? yaitu Tubuh kita yang harus dipersembahkan sebagai persembahan yang hidup yang Kudus dan yang berkenan kepada Allah. (Roma 12:1) Selanjutnya bagaimana mempersembahkan tubuh kita yang tidak bercacat supaya berkenan kepada Tuhan? Harus hidup kita di perbaharui dari : ”sifat, tabiat dan karakter yang jelek “ (Roma 12:2) inilah cacat yang tidak boleh sama-sama dipersembahkan dengan tubuh kepada Tuhan. Artinya cacat ini harus diperbaharui hari lepas hari. Kenapa pergumulan kita belum terjawab sampai hari ini? karena dosa-dosa kitalah yang belum beres sehingga Tangan Tuhan tidak menolong, TelingaNya ditutup dan bahkan Tuhan menyembunyikan diri dari seruan kita (Yesaya 59:1-2). Untuk itu mulai sekarang minta kepada Tuhan supaya sifat, tabiat, karakter yang menimbulkan dosa (cacat) kepada Tuhan harus diperbaharui. Apa itu sifat,Tabiat, Karakter? Itu adalah kedagingan kita (Galatia 5:19-21).

 

 

Post a comment

Book your tickets